beranda.net>artikel>dari konser ke konser>pearl jam

Riot Act Pearl Jam 2003 U.S Tour

Mellon Arena, Pittsburgh

(26 April 2003)

 

Pearl Jam:

Jeff Ament - Bas; Matt Cameron - Drum; Stone Gossard – Gitar;

Boom Kaspar – Organ (additional); Mike McCready – Gitar;

Eddie Vedder – Vokal/Gitar/Harmonika/Tamborin/Ukulele

Membicarakan Pearl Jam (PJ), bagi saya, adalah sebuah misi..hahahah…it’s gonna be long… btw, sejak kenal-suka-cinta berat dengan band ini satu hal yang masih kurang tentunya nonton konsernya PJ. Band ini lebih terkenal sebagai band panggung daripada band studio…itulah sebabnya konsernya selalu sold out…Akhirnya kesampaian juga niat nonton PJ setelah PJ fansclub (Tenclub) mengirimkan newsletter pada musim gugur 2002 mengabarkan rencana tour US 2003, dan meminta fans yang berminat untuk ngirim pemesanan tiket..karena bagi fans akan diberikan “the best seats in the house”…oh hell yeahh…

Rangkaian tour PJ sendiri diawali di akhir 2002 di Australia dan Jepang, dan message board di Tenclub mulai ramai dengan review, diskusi dan ajang kenal-kenalan buat nonton bareng…yang jelas semua fans sangat antusias dan menunggu-nunggu dengan sangat sangat tidak sabar…Sementara itu, saya dapat kenalan beberapa fans dari Kanada yang bakal ke Pittsburgh….mereka katanya akan ke Pitt langsung setelah nonton konsernya di Cleveland, Ohio. Banyak memang yang mengabarkan akan mengambil cuti kerja dan akan mengikuti PJ selama tour…inilah yang disebut fans lain sebagai..”fucking lucky bastards” ..:). Dan mulailah PJ membuka konsernya di US dari kota Denver, Colorado pada 1 April 2003. Dari berbagai berita, saat itu terjadi walk out belasan penonton gara-gara Eddie Vedder mencampakkan topeng George W. Bush ke mikrofon pada saat menyanyikan lagu Bu$hleaguer… katanya itu sebagai protes karena PJ melibatkan politik dalam konsernya dan mengatakan Eddie sbg “tidak patriotik”… whoaaa…that’s interesting…PJ is always about politics…dan ngomongin  patriotik? kesimpulan saya akhirnya…orang idiot dan picik memang ada dimana-mana…

To make long story short, akhirnya tibalah saat yang ditunggu-tunggu itu..sabtu 26 april 03…saya berangkat menuju Mellon Arena sekitar jam11 pagi untuk ngambil tiket di fansbox…sampe disana ternyata antrian udah panjaaaaaang…padahal fansbox baru buka jam 1 siang…mana suhu bulan april masih lumayan dingin dan berangin…tapi enaknya selama ngantri kita pada ngobrol-ngobrol…pada saat itu saya baru tahu kalo yang pada ngantri sambil tidur di sleeping bag itulah para fans yang udah ngikut sejak dari Denver. Di barisan saya..ada beberapa orang yang langsung ke Pitt setelah dari Cleveland….dan mereka cerita bahwa Eddie Vedder terjatuh dari panggung (oops!) tapi tidak apa-apa…yang paling seru katanya saat lagu “Elderly Woman behind the Counter in the Small Town” penonton menjawab dengan “HELLLOOOWWW” yang sangat keras dan panjang diujung lirik “I want to scream…” yang katanya hampir blew up the roof….hahaha..coool! Agak berlebihan sih emang..:P

Setelah menunggu beberapa lama, beberapa anak membawa karton bertuliskan nama saya lewat…langsung aja saya panggil..dan mereka langsung gabung sambil bilang..betapa beruntungnya mereka karena saya ngantrinya belum terlalu jauh..hah??? perasaan ini udah diujung…si anak ini, Bernie, bilang…kalo dilihat dr posisi antrian sih..kita bakal dapet tempat yang lumayan sedengan lah jaranknya dari panggung..well let’s see..

 

Setelah loket dibuka, ternyata hanya butuh setengah jam untuk dapet tiketnya…anak2 itu ngajakin gabung party sama anak2 lain di bar deket situ… berhubung ada yang mesti dikerjain..saya ga bisa gabung en pulang…

 

Jam 7.30 malem pas saya udah di gedung konser, yg sebenarnya markas dari grup NHL Pittsburgh Penguin. Setelah didalam dan gabung..saya disambut dengan meriah oleh tiga temen baru saya dan beberapa penonton di blok itu. Oh ya anak2 ini ngasi saya t-shirt konser sebagai tanda terima kasih karena ternyata kursi kita lumayan deket dari panggung…50 meter dari bakal tempatnya Stone..great!

Konser dibuka oleh Sparta, band asal Texas, yang lagu-lagunya ngga terlalu familiar…penonton juga masih banyak yang nunggu diluar..ngerokok sambil ngebir sambil ngegosip…sebenarnya saya berharap band pembukanya adalah Idlewild..tapi ya sutralah..Sparta juga ok…

 

Tepat jam 9…mulailah PJ naik panggung. Tanpa basa-basi mereka membuka “Elderly Woman” yang langsung penonton tertawa dan menyambut dengan ceria. Seperti sudah diduga..penonton mengulangi kejadian di Cleveland dengan berteriak “HEELLLOWWWW” sekaras-kerasnya tiap ketemu ujung lirik “ I just want to scream…”

 

“Even Flow” seperti biasa diakhiri dengan solo gitarnya Mike McCready yang sangat panjaaang..dengan penonton sibuk meloncat-loncat berjingkrakan

“Blood’ dinyanyikan yang disambut dengan histeris oleh penonton…karena sangat jarang dibawakan di konser..

“Rear View Mirror” dibawakan dengan sangat sadis, keren bo!

 

Pada saat menyanyikan “Wishlist” Eddie merubah kata-katanya menjadi seperti “I Wish I controlled the TV…I wish I controlled the newspaper..so I could put forth the truth” or something like that…

Setelah encore break pertama, PJ menyanyikan lagu “Last Kiss” menghadap ke belakang (kecuali Matt sang drummer)..untuk memberi penghormatan kepada penonton yang kebagian tempat dibelakang panggung

 

 

Akhirnya tepat jam 12 malam lampu dinyalakan…dan Mike memulai intro lagu “Yellow Ledbetter” yang dinyanyikan semua penonton dengan gembira (padahal ini kan lagu sedih yak?) Dengan lampu menyala..baru terlihat betapa penuhnya gedung ini…dan betapa gembira semua penonton… sementara PJ diatas panggung senyum-senyum sambil memandangi Mike yang memainkan solo gitar penutup…Jeff duduk sambil mengelap wajahnya dan memandangi penonton sambil tersenyum..

Konser diakhiri dengan kata-kata “Thank You..for everything..” dari Eddie.

Demikianlah…jam 12.30 dinihari saya berjalan bergerombolan..menuju bus stop… sebuah mobil berhenti dan pengemudinya bertanya dengan sopan “Who was playing?” beberapa orang menjawab serempak “Pearl Jam!”

Orang itu memandang dengan wajah heran “ Pearl who…???”

Hahaha…saya jadi sadar..PJ tidaklah ada di mainstream lagi…menolak membuat videoklip..menolak semua music award…selalu mengkritik MTV…selalu mengkritik media atas peran media yang selalu mentwist berita demi alasan komersial semata…dan PJ memutuskan untuk just play music and kick everybody ass…

(Foto-foto didalam gedung didapat dari situs pearljam)