beranda.net logo

beranda > artikel > you are the product

 

YOU are the product!

D. Manggala (20 Nopember 2004)

Saya penah membaca komentar dalam salah satu surat pembaca di sebuah majalah nasional yang mengatakan bahwa sudah terjadi eksploitasi luar biasa terhadap para peserta reality show (misalkan AFI) karena benar-benar memperlakukan mereka seperti produk yang disajikan dengan berbagai macam cara kepada KITA para penikmat-nya. Menurut salah seorang teman saya, kalau ditelaah lebih dalam (ciee..) boleh dikatakan bahwa televisi adalah penjual, peserta reality show adalah produk-nya, dan kita para penonton adalah pembeli-nya.

Tapi berdasarkan sebuah artikel (atau buku?) yang pernah saya baca, fenomena diatas bisa juga dilihat dalam perspektif yang berbeda. Menurut bacaan saya tersebut, format televisi sekarang adalah eksploitasi luar biasa terhadap para penonton. Acara tidak penting lagi apakah bermutu atau tidak, yang penting RATING. Televisi menjejali penonton dengan acara yang sedang dianggap trend, tidak peduli apakah istrinya sampah atau vitamin. Kalau ada reality show yang naik daun, maka semuaaaa...aaa acara TV adalah reality show; kalau ada film tentang anak SMU meledak, maka judul sinetron akan berkisar pada: Cinta Anak SMU, Cinta Anak SMP, Cinta ABG, Cinta Anak Ingusan,dll; kalau ada acara hantu digemari, maka dari sore sampai tengah malam semua makhluk serem berkeliaran di tivi kita. Buseeet!

Rating tinggi adalah jaminan pemasukan yang lancar dari iklan. Dari perspektif ini, maka bisa dikatakan bahwa televisi sebagai penjual, menjual produknya kepada dunia bisnis sebagai pembeli (dibayar melalui iklan). Berarti produknya adalah acara atau program TV? Bukan. Produk yang dijual oleh televisi adalah penonton. Anda-lah produknya. YOU are the product!

Tentu tidak semua acara jelek; ada acara-acara inovatif dan segar yang sangat disukai penonton. Dan kita mesti memberikan apresiasi terhadap pihak yang selalu mencari alternatif tontonan kepada masyarakat.

Ok cukuplah ngomongin acara TV, kita beralih ke dunia internet :)

Beberapa minggu lalu saya mendapat forward dari teman tentang kisah Anne Ahira, mojang Priangan yang mendapat penghasilan ribuan dolar dari bisnis "internet marketing". Sebagai orang yang sempat mencicipi ilmu marketing sedikit, dan kebetulan sempat melakukan riset tentang internet marketing, saya pengen tahu business model seperti apa yang dijalankan Mbak Anne (maksudnya kalau bagus, saya ikut... gitu). Dengan bantuan ilmu sihir abad ini, the magnificent Google, saya mendapatkan informasi baik dari website Mbak Anne maupun dari beberapa blogger Indonesia yang prihatin dengan fenomena Anne ini.

Terus terang saya juga prihatin. Bisnis yang dijalankan oleh Mbak Anne adalah multi level marketing (MLM) yang dibungkus dengan istilah internet marketing. Dan bukan MLM-nya yang membuat prihatin, tapi spam yang dihasilkan oleh aktivitas mereka. Indonesia sudah cukup 'terkenal' di dunia internet untuk urusan fraud, carding, dan hal-hal yang berkaitan dengan nyolong dari kartu kredit orang lain. Nah, sekarang kalau ditambah sebagai negara asalnya spammer? Duh! Setahu saya, spammer jahat sekarang masih didominasi oleh negara-negara Afrika (misalnya email ajakan kerjasama atau bagi-bagi warisan yg datang bertubi-tubi), jangan sampai lah negara kita ikut-ikutan tercemar lagi.

Mbak Anne dan beberapa rekan yang sudah ada di puncak chain bisnis mereka akan tetap mendapatkan uang banyak selama orang masih berdatangan menjadi anggota baru. Banyak yang bingung, apa sih produk yang dijual oleh Mbak Anne? Dengan rendah hati saya ingin mengatakan bahwa bisnisnya simpel aja. Produk yang dijual oleh Mbak Anne ini adalah ANDA, yang ingin mendapat uang banyak dalam waktu singkat.

YOU are the product.

ps. Masalah benar-salah, kembalikan pada etika anda masing-masing.