beranda.net>artikel>dari konser ke konser>yanni

Yanni

Ethnicity World Tour 2003

Mellon Arena, Pittsburgh 22 Maret 2003

Bulan maret 2003, Pittsburgh masihlah sangat dingin. Waktu memutuskan nonton Yanni sebenarnya karena sudah cukup bosen dengan dingin dan mendekam di kamar; selain itu kayaknya Yanni juga mungkin menarik untuk ditonton langsung.

Begitulah, saya dan sobat saya, Indra, sudah mengantri di pintu masuk Mellon Arena sekitar jam setengah delapan malam. Waktu ngantri kita udah merasakan ada yang aneh dengan pertunjukan ini... kok kayaknya yang ngantri semuanya berumur 5o tahun keatas yaaa... Satu dua memang ada beberapa anak muda, tapi memang didominasi mutlak oleh orang tua..hahahaha...

Terus begitu sampai didalam gedung, baru nyadar kalau kita dapet tempat duduknya nun jauh diujung dan rada nyamping...jadi dari situ kita cuma bisa ngeliat ujung rambutnya Yanni doang kalik...akhirnya kita udah pasrah..mana disekeliling kita kayaknya banyak rombongan keluarga Yunani (negara asalnya Yanni)..yang ngingetin film “My Big Fat Greek Wedding.“

Untungnya dewi keberuntungan sempet lewat...beberapa petugas datang dan menanyakan tiket kita...lalu dengan sopan mereka menanyakan apa kita mau pindah ke depan berhubung bangku depan tidak semua terjual....waduh..dengan senang hati kita bilang...“sure!“ dan segera pindah ke deretan depan.

Dan lampu pun dimatikan.

Masing-masing musisi pendukung langsung mengambil tempat...yang bagus dari konser ini adalah benar-benar telinga dimanjakan. Barisan biola aja kalau ngga salah ada 8 orang ada 2 ceweknya..semua memakai tuxedo...plus satu orang cewek item ditengah sebagai lead violist yang berpakaian etnik Afrika. Disebelahnya ada orang item kribo gede banget yang sekilas mirip orang India, memegang suling...pemain keyboardnya/synthesizers ada dua disisi kiri dan kanan..yang satu bule dan satu lagi orang Taiwan. Ada juga deretan alat tiup, kalo ngga salah ada 8 orang juga...trus ada pemain harpa orang Paraguay yang mainin harpa kayak Jimmi Hendrix...oh ya pemain perkusinya orang Cuba kalo ngga salah...serta terakhir drummernya adalah orang Texas...yang juga gila karena memasang bende/gong dijajajaran drum-setnya. Dbagian depan dan tengah...yang menjadi titik sentral panggung adalah peralatannya Yanni..berupa piano, keyboard dan lain-lain (model-model gitu lah ngga tau namanya).

Lalu muncullah Yanni diiringi musik dari pendukungnya...disinilah kita berdua shock..karena Yanni keluar dengan celanakulit ketat..baju hitam ketat..dengan celana diatas pinggang banget...langsung deh saya komentar...“ gile, mirip preman simpang dago..“ ketika Yanni tersenyum lebar dengan kumisnya yang tampak rapi itu...tiga buah layar: tengah, kanan, kiri langsung memperlihatkan gambar close up beliau...dan disambut tepuk tangan dan teriakan histeris dari penonton yang rata-rata ibu-ibu setengah baya keatas....huaaaa...(disini temen saya komentar “ sok ganteng banget sih jadi orang..“)

 

Walopun begitu, sebagai sebuah musik...apa yang ditampilkan Yanni sangatlah luar biasa. Talen yang dikumpulkan dari berbagai negara itu benar-benar menunjukkan kelasnya...setiap lagu ditampilkan dengan sajian yang sangat bagus dan menarik termasuk jamming antara suling india dengan biola, biola dengan harpa, keyboard dengan drum, perkusi dengan alat tiup aborigin, dlsb.

Karena saya cukup sering juga nih ngedengerin Yanni dirumah..jadi saya cukup enjoy juga..dengan sajian itu..terlepas dari style-nya Yanni yang memang rada-rada buat konsumsi ibut-ibu setengah baya....

Pertunjukan diakhiri dengan sebuah aransemen panjang..dan diakhiri dengan sebuah standing ovation yang panjang dari penonton..dimana kami berdua bergegas keluar untuk menghindari kemacetan dari lantai parkir. Sayang sekali, begitu sampai di parkiran, sudah terlihat antrian mobil mau keluar..jadi yah...memang bener juga kalau nonton konser mending naik bis...:)

(Foto konser Yanni diambil dari sebuah fansite)